Menengok keadaan saat ini , betapa banyak orang yang melakukan perbuatan yang amat tercela ini. Bahkan hampir kita dapati dalam semua lapisan masyarakat , dari masyarakat yang paling bawah , menengah sampai kalangan atas. Khalayak pun kemudian menggolongkan para pelaku korupsi ini menjadi berkelas-kelas. Mulai KORUPTOR KELAS TERI sampai KELAS KAKAP. Dalam lingkup masyarakat bawah, mungkin pernah atau bahkan banyak kita jumpai, seseorang yang mendapat amanah untuk membelanjakan sesuatu
![]() |
| Bandit Kelas CORO !!! |
Cekiddot .....
Dari 'Adiy bin Amirah Al Kindi R.A' berkata : Aku pernah mendengar Nabi Muhammad S.A.W bersabda :
PINTU-PINTU KORUPSI
Peluang melakukan korupsi ada di setiap tempat , pekerjaan ataupun tugas, terutama yang diistilahkan dengan tempat-tempat “Basah”. Untuk itu , setiap muslim harus selalu berhati-hati , manakala mendapatkan tugas-tugas. Dengan mengetahui pintu-pintu ini , semoga kita selalu waspada dan tidak tergoda , sehingga nantinya mampu menjaga amanah yang menjadi tanggung jawab kita
Berikut adalah di antara pintu-pintu korupsi.
1. Saat pengumpulan harta rampasan perang , sebelum harta
tersebut dibagikan , Nabi S.A.W menceritakan :
2. Ketika pengumpulan zakat maal (Harta)
Seseorang yang diberi tugas mengumpulkan zakat maal oleh
seorang pemimpin negeri , jika tidak jujur , sangat mungkin ia
mengambil sesuatu dari hasil (Zakat Maal) yang telah
dikumpulkannya , dan tidak menyerahkannya kepada pemimpin
yang menugaskannya. Atau dia mengaku yang dia ambil adalah
sesuatu yang dihadiahkan kepadanya. Peristiwa semacam ini
pernah terjadi pada masa Rasulullah S.A.W , dan beliau
memperingatkan dengan keras kepada petugas yang mendapat
amanah mengumpulkan zakat maal tersebut dengan
mengatakan :
Kemudian pada malam harinya selepas shalat Isya’ Nabi S.A.W berceramah (Untuk memperingatkan perbuatan ghulul kepada khalayak). Di antara isi penjelasan beliau S.A.W mengatakan :
3. Hadiah untuk petugas , dengan tanpa sepengetahuan dan izin
pemimpin atau yang menugaskannya
Dalam hal ini , Nabi S.A.W pernah bersabda :
seperti seorang yang mendapat amanah memegang
perbendaharaan negara , penjaga baitul maal / yang lainnya ,
terdapat peluang bagi seseorang yang berniat buruk untuk
melakukan Ghulul (Korupsi) , padahal dia sudah memperoleh upah
yang telah ditetapkan untuknya. Telah disebutkan dalam hadits
yang telah lalu , yaitu sabda Rasulullah S.A.W yang artinya :
"Barangsiapa yang kami tugas kan dengan suatu pekerjaan ,
lalu kami tetapkan imbalan (Gaji) untuknya , maka apa yang
dia ambil di luar itu adalah harta Ghulul (Korupsi)"
BAHAYA BUATAN GHULUL (KORUPSI)
Tidaklah Allah S.W.T melarang sesuatu , melainkan di balik itu terkandung keburukan dan mudharat (Bahaya) bagi pelakunya. Begitu pula dengan perbuatan korupsi (Ghulul) , tidak luput dari keburukan dan mudharat tersebut. Diantaranya :
1. Pelaku Ghulul (Korupsi) akan dibelenggu, atau ia akan membawa
hasil korupsinya pada hari Kiamat, sebagaimana ditunjukkan
dalam ayat ke-161 surat Al-Imran dan hadits ‘Adiy bin ‘Amirah R.A
di atas. Dan dalam hadits Abu Humaid as Sa’idi R.A , Rasulullah
S.A.W bersabda :
neraka pada hari Kiamat
Dalam hadits Ubadah bin Ash Shamit R.A , bahwa Nabi S.A.W
bersabda :
penyebab yang dapat menghalangi terkabulnya do’a ,
sebagaimana dipahami dari sabda Nabi S.A.W :
Andaikan di Indonesia ini KORUPTOR DIBASMI ... Pasti pabrik RACUN TIKUS kewalahan membasmi TIKUS-TIKUS KANTOR :D Mustahil !!!
Sumber : (http://www.suara-islam.com/read/index/9012/Korupsi-dalam-Pandangan-Islam)
Semoga dibaca oleh TIKUS-TIKUS KANTOR (Y)
Created by : YUDHA AJI PRATAMA #35
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين









No comments:
Post a Comment