Monday, November 23, 2015

Jihad

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PENGERTIAN JIHAD DALAM PANDANGAN ISLAM

Kata Jihad berasal dari kata Al-Jahd (ُالجَهْد) dengan di fathahkan huruf jimnya yang bermakna kelelahan dan kesusahan / dari Al-Juhd (الجُهْدُ) dengan di dhommahkan huruf jimnya yang bermakna kemampuan. Kalimat (بَلَغَ جُهْدَهُ) bermakna mengeluarkan kemampuannya. Sehingga orang yang berjihad dijalan Allah S.W.T adalah orang yang mencapai kelelahan untuk dzat Allah S.W.T dan meninggikan kalimat-Nya yang menjadikannya sebagai cara dan jalan menuju surga. Dibalik jihad memerangi jiwa dan jihad dengan pedang , ada jihad
 hati yaitu jihad melawan syetan dan mencegah jiwa dari hawa nafsu dan syahwat yang diharamkan. Juga ada jihad dengan tangan dan lisan berupa amar ma’ruf nahi mungkar


Kepo yaa ???
Cekidot ...



Sedangkan Ibnu Rusyd (Wafat tahun 595 H) menyatakan : “Jihad dengan pedang adalah memerangi kaum musyrikin atas agama , sehingga semua orang yang menyusahkan dirinya untuk dzat Allah S.W.T maka ia telah berjihad di jalan Allah S.W.T , namun kata jihad fi sabilillah bila disebut begitu saja maka tidak terfahami kecuali untuk makna memerangi orang kafir dengan pedang sampai masuk Islam atau memberikan upeti dalam keadaan rendah dan hina.”

Ibnu Taimiyah (Wafat tahun 728 H) mendefinisikan jihad dengan pernyataan: “Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah S.W.T dan menolak yang dibenci Allah S.W.T”

Dan beliau juga menyatakan : “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah S.W.T cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah S.W.T berupa kekufuran , kefasikan dan kemaksiatan.”

Tampaknya 3 pendapat diatas sepakat dalam mendefinisikan jihad menurut syariat Islam , hanya saja penggunaan lafadz jihad fi sabilillah dalam pernyataan para ulama biasanya digunakan untuk makna memerangi orang kafir. Oleh karena itu Syaikh Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al ‘Abaad menyatakan bahwa definisi terbaik dari jihad adalah definisi Ibnu Taimiyah diatas dan beliau menyatakan : Terfahami dari pernyataan Ibnu Taimiyah diatas bahwa jihad dalam pengertian syar’i adalah nama yang meliputi penggunaan semua sebab dan cara untuk mewujudkan perbuatan , perkataan dan keyakinan (I’tiqad) yang Allah S.W.T cintai dan ridhoi dan menolak perbuatan , perkataan dan keyakinan yang Allah S.W.T benci dan murkai


Jenis dan Tingkatan Jihad
Kata jihad bila didengar banyak orang maka konotasinya adalah jihad memerangi orang kafir. Padahal hal ini hanyalah salah satu dari bentuk dan jenis jihad karena pengertian jihad lebih umum dan lebih luas dari hal tersebut. Oleh karena itu , Imam Ibnul Qayyim menjelaskan jenis jihad ditinjau dari obyeknya dengan menyatakan : Jihad memiliki 4 martabat , yaitu :
- Jihad memerangi nafsu
- Jihad memerangi syetan
- Jihad memerangi orang kafir
- Jihad memerangi orang munafik

Namun dalam keterangan selanjutnya Ibnu Al-Qoyyim menambah dengan jihad melawan pelaku kezaliman , bid’ah dan kemungkaran

Kemudian beliau menjelaskan 13 martabat bagi jenis-jenis jihad diatas dengan menyatakan : Lalu jihad memerangi nafsu memiliki empat tingkatan:
1. Jihad memeranginya untuk belajar petunjuk ilahi dan agama yang
    lurus yang menjadi sumber keberuntungan dan kebahagian dalam
    kehidupan dunia dan akhiratnya. Siapa yang kehilangan ilmu
    petunjuk ini maka akan sengsara di dunia dan akhirat
2. Jihad memeranginya untuk mengamalkannya setelah
    mengetahuinya. Kalau tidak demikian , maka sekadar hanya
    mengilmuinya tanpa amal, jika tidak membahayakannya , maka
    tidak akan memberi manfaat
3. Jihad memeranginya untuk berdakwah dan mengajarkan ilmu
    tersebut kepada yang tidak mengetahuinya. Kalau tidak
    demikian , ia termasuk orang yang menyembunyikan petunjuk dan
    penjelasan yang telah Allah S.W.T turunkan. Dan ilmunya tersebut
    tidak bermanfaat dan tidak menyelamatkannya dari adzab Allah
    S.W.T
4. Jihad memeranginya untuk tabah menghadapi kesulitan dakwah ,
    gangguan orang dan sabar memanggulnya karena Allah S.W.T

Apabila telah sempurna 4 martabat ini maka ia termasuk Rabbaniyun. Hal ini karena para salaf sepakat menyatakan bahwa seorang alim (Ulama) tidak berhak disebut Rabbani sampai mengenal kebenaran , mengamalkannya dan mengajarkannya. Sehingga orang yang berilmu , beramal dan mengajarkannya sajalah yang dipanggil sebagai orang besar di alam langit
Adapun jihad memerangi syetan memiliki 2 martabat :
1. Memeranginya untuk menolak syubhat dan keraguan yang merusak
    iman yang syetan tembakkan kepada hamba
2. Memeranginya untuk menolak keingininan buruk dan syahwat yang
    syetan lemparkan kepadanya

Semoga Anda dapat ilmu tambahan dengan membaca artikel diatas
Created by : ERIKO ROMADIAN #10

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

No comments:

Post a Comment