Wednesday, November 25, 2015

Isra' Mi'raj

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salah satu peristiwa yang agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad S.A.W. Sebagian orang meyakini kisah yang menakjubkan ini terjadi pada Bulan Rajab. Benarkah demikian ??? Bagaimanakah cerita kisah ini ??? Kapan sebenarnya terjadinya kisah ini ??? Bagaimana pula hukum merayakan perayaan Isra’ Mi’raj ??? Simak pembahasannya dalam tulisan yang ringkas ini :)


Cekidot .....


A- Pengertian Isra’ Mi’raj

    -> Isra' secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna
        perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah , Isra'
        adalah perjalanan Rasulullah S.A.W bersama Jibril dari
        Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina) berdasarkan firman
        Allah S.W.T :


        Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik.
        Adapun secara istilah , Mi’raj bermakna tangga khusus yang
        digunakan oleh Nabi S.A.W untuk naik dari bumi menuju ke
        atas langit , berdasarkan firman Allah S.W.T dalam surat
        An-Najm ayat 1-18


B- Kisah Isra’ Mi’raj

    -> Secara umum , kisah yang menakjubkan ini disebutkan oleh
        Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Qur'an dalam firman-Nya :



        Juga dalam firman-Nya :


Kapankah Isra' dan Mi’raj ???
Sebagian orang meyakini bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab. Padahal, para ulama ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal kejadian kisah ini. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai penetapan waktu terjadinya Isra’ Mi’raj , yaitu[2] :
1. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun tatkala Allah memuliakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan nubuwah (kenabian). Ini adalah pendapat Imam Ath Thabari rahimahullah.
2. Perisitiwa tersebut terjadi lima tahun setelah diutus sebagai rasul. Ini adalah pendapat yang dirajihkan oleh Imam An Nawawi dan Al Qurthubi rahimahumallah.
3. Peristiwa tersebut terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh Bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Ini adalah pendapat Al Allamah Al Manshurfuri rahimahullah.
4. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi enam bulan sebelum hijrah, atau pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
5. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
6. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun sebelum hijrah, atau pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Sikap Seorang Muslim Terhadap Kisah Isra’ Mi’raj
Berita-berita yang datang dalam kisah Isra’ Miraj seperti sampainya beliau ke Baitul Maqdis, kemudian berjumpa dengan para nabi dan shalat mengimami mereka, serta berita-berita lain yang terdapat dalam hadits- hadits yang shahih merupakan perkara ghaib. Sikap ahlussunnah wal jama’ah terhadap kisah-kisah seperti ini harus mencakup kaedah berikut :
1. Menerima berita tersebut.
2. Mengimani tentang kebenaran berita tersebut.
3. Tidak menolak berita tersebut atau mengubah berita tersebut sesuai dengan kenyataannya.
Kewajiban kita adalah beriman sesuai dengan berita yang datang terhadap seluruh perkara-perkara ghaib yang Allah Ta’ala kabarkan kepada kita atau dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[3]

Hikmah Terjadinya Isra`
Apakah hikmah terjadinya Isra`, kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak Mi’raj langsung dari Mekkah padahal hal tersebut memungkinkan? Para ulama menyebutkan ada beberapa hikmah terjadinya peristiwa  Isra`, yaitu:
1. Perjalanan  Isra’ di bumi dari Mekkah ke Baitul Maqdis lebih memperkuat hujjah bagi orang-orang musyrik. Jika beliau langsung Mi’raj ke langit,  seandainya ditanya oleh orang-orang musyrik maka beliau tidak mempunyai alasan yang memperkuat kisah perjalanan yang beliau alami.  Oleh karena itu ketika orang-orang musyrik datang dan bertanya kepada beliau, beliau menceritakan tentang kafilah yang beliau temui selama perjalanan Isra’. Tatkala kafilah tersebut pulang dan orang-orang musyrik bertanya kepada mereka, orang-orang musyrik baru mengetahui benarlah apa yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Untuk menampakkan hubungan antara Mekkah dan Baitul Maqdis yang keduanya merupakan kiblat kaum muslimin. Tidaklah pengikut para nabi menghadapkan wajah mereka untuk beribadah keculali ke Baitul Maqdis dan Makkah Al Mukarramah. Sekaligus ini menujukkan keutamaan beliau melihat kedua kiblat dalam satu malam.
3. Untuk menampakkan keutamaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan para nabi yang lainnya. Beliau berjumpa dengan mereka di Baitul Maqdis lalu beliau shalat mengimami mereka

Created by : TASYA MADINAH #31

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

1 comment:

  1. Bagaimana bisa anda MEMELINTIR membuat HASUTAN menggantikan tempat... Jelas2 di ayat tertulis dari Al Masjidil Haram ke MASJIDIL AQSHA, BUKAN ke Baitul Maqdis Palestina... Kamu Tau di mana MASJIDIL AQSHA??? Masjidil Aqsha itu di ISRAEL YERUSALEM, TEMPAT SUCINYA ORANG YAHUDI BERIBU BERATUS TAHUN SEBELUM MASEHI,SEBELUM ISLAM ITU ADA di Tahun 600 Setelah Masehi.... BERHENTILAH REKAYASA KEBOHONGAN KETERANGAN DALAM AYAT DAN BERHENTILAH MEMBUAT KURUNG KURUNGAN TAMBAHAN SEBAGAI KAITAN,BILA MEMANG BENAR2 TIDAK DISEBUT... ALLAH BENCI MANUSIA YANG SUKA MEMBUAT REKAYASA KEBOHONGAN TIDAK JUJUR, KARENA SUDAH PASTI DAJJAL DAN AZAB AKAN BERSAMA ORANG TERSEBUT SEPERTI ANDA... Dasar Sesat...

    ReplyDelete